- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
![]() |
| (foto: Insideedition.com) |
Setiap anak pasti ingin membahagian kedua orang tuanya walaupun apa yang mampu diberikan tak akan pernah sebanding dengan pengorbanan sosok orang renta , apalagi sosok ibu. Begitupun dengan orang renta yang pasti memiliki kebanggan tersendiri ketika melihat anak-anaknya mampu lulus kuliah dan mulai mencari pekerjaan.
Hal itulah yang dirasakan oleh seorang ibu yang menderita kanker payudara dan dermatomosis ini yang ingin menghadiri program wisuda anak perempuannya , Samantha Parrotte. Namun alasannya ialah penyakitnya sudah terlanjur parah , sang ibu tidak mampu menghadiri wisuda anaknya.
Samantha akan di wisuda dalam dua ahad kedepan , namun dokter telah mengatakan bahwa sang ibu tidak mungkin mampu menghadiri dalam program tersebut lantaran vonis meninggal yang telah dijatuhkan kepada ibunya.
![]() |
| (foto: Insideedition.com) |
Dilansir Insideedition (12/7) , pihak kampus Champlain Valley Technical Center , memberi kebijakan kepada Samantha untuk mampu membahagiakan sang ibu untuk terakhir kalinya.
Mereka menunjukkan ijazah Samantha , dan mengadakan upacara wisuda di rumah sakit daerah ibunya dirawat. Ibu Samantha terlihat sangat bahagia dan terharu mampu menyaksikan anaknya diwisuda. Saking bahagianya , sang ibu jatuh pingsan , lalu meninggal dunia dua hari kemudian.
![]() |
| (foto: InsideEdition.com) |
Momen ini sangat perih dirasakan oleh Samantha namun dirinya tetap berlapang dada dan sedikit membuatnya tersenyum dikarenakan telah memberi salam perpisahan terbaik untuk ibunya.
"Tidak ada kata-kata untuk mampu menggambarkan betapa luar biasanya ketika itu ," kata Samantha.



Komentar
Posting Komentar