- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
![]() |
| Dua bocah Kamboja jadi penangkap ular untuk bertahan hidup (foto: YouTube/Cambodia Daily Life) |
Masa kecil yaitu masa yang sangat membahagiakan , namun sayang , tak semua anak mampu menikmati masa kecilnya. Buktinya saja di luar sana masih banyak belum dewasa yang sudah bekerja di usianya yang masih belia untuk membantu keluarganya yang miskin. Kadang pekerjaan yang mereka lakukan sangat berbahaya dan mampu mengancam nyawa mereka.
Seperti yang dilakukan dua bocah bersaudara ini yang rela melaksanakan pekerjaan berbahaya demi membantu keluarganya. Bagaimana tidak berbahaya , dua bocah asal Kamboja itu berjuang mencari nafkah dengan cara menangkap ular besar untuk dimakan atau dijual.
Dua bocah bersaudra yang terdiri dari satu laki-laki dan perempuan itu diketahui tinggal di sebuah desa terpencil di Kamboja. Mereka biasanya mencari ular berukuran besar di sekitar pesawahan yang sudah kering.
![]() |
| (foto: Youtube/Cambodia Daily Life) |
Kehidupan dua bocah malang itu sempat jadi viral setelah video mereka saat sedang menangkap ular diunggah ke YouTube oleh akun Cambodia Daily Life.
Bocah laki-laki kadang jadi umpan untuk memancing ular keluar , sementara saudara perempuannya terlihat menunggu untuk menangkap ular yang berhasil ditarik keluar dari dalam tanah. Mirisnya lagi , kadang ular yang mereka temukan memiliki ukuran lebih besar dari badan mereka.
Mau tak mau , dua bocah itu rela mempertaruhkan nyawa mereka bergulat dengan ular besar hanya untuk membantu keluarganya yang miskin.
"Ini yaitu cerita positif dari Kamboja di pedesaan. Mereka kadang harus menangkap ular untuk dijadikan makanan , atau menjualnya kepada orang lain untuk menerima uang ," kata salah seorang biarawan.
Dua bocah ini mengajarkan kita untuk bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. Coba bayangkan jikalau kita senasib dengan dua bocah itu , kita belum tentu mau melaksanakan pekerjaan yang berbahaya menyerupai ini.
Sumber: Elitereaders


Komentar
Posting Komentar